Senin, 11 April 2011

RESUME PERILKON BAB 2

(Chapter 2  Consumen Bihavior)
summarized by DWI RIZKY GUSTINA C44080037
 (Majoring Marine Fisheris Tecnologi and Manajement, Agriculturan University,
Bogor Indonesia)

Ø Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan konsumen. Kebutuhan sendiri muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan.
Ø Model Motivasi

Ø  Motivasi terbentuk karena adanya stimulus atau rangsangan dan akan menyebabkan pengenalan kebutuhan, rangsangan tersebut bisa dating dari daam diriseseorang dimanan rangsangan tersebut terjadi karena adanya gap antara apa yang dirasakan dan apa yang seharunya dirasakan.
Ø  Kebutuhan yang dirasakan konsumen muncul dari dalam diri konsumen sendiri misalnya rasa lapar, haus dan sebagainya. Kebutuhan yang dating dalam diri seseorang tersebut sering disebut sebagai kebutuhan fisiologis atau biologi contohnya yaitu makan, air, udara, pakaian, rumah atau kebutuhan tersebut sering disebut sebagai kebutuhan primer dimana produk tersebut dibutuhkan untuk mempertahankan hidup konsumen sendiri. Selain kebutuhan primer ada pula kebutuhan sekunder, kebutuhan sekunder atau kebutuhan yang diciptakan merupakan kebutuhan yang muncul sebagai reaksi konsumen terhadaplingkungan dan budayanya, kebutuhan ini biasanya kebutuhan yang bersifat spikologis karena berasal dari sikap subjektif konsumen dan dari lingkungan konsumen contohnya yaitu rumah, motor.
Ø  Kebutuhan yang dirasakn seringkali dibedakan berdasarkan manfaatnya:
1.      Kebutuhan utilitarian yaitu kebutuhan yang mendorong konsumen berdasarkan kepada manfaat yang diharapkan dari pembelian dan penggunaan produk.
2.      Kebutuhan ekspresive atu hedonic yaitu kebutuhan yang bersifat psikologis seperti rasa puas, gengsi, emosi dan perasaan subjektif lainnya.
Ø  Teori kebutuhan Maslow
Teori kebutuhan Maslowmengemukakan teori kebutuhan berdasarkan pada lima tingkatan yaitu:
1.      Kebutuhan Fisiologis merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan tubuh manusia untuk mempertahankan hidup. Contoh: makanan, air, udara, rumah, pakaian dan seks
2.      Kebutuhan rasa aman merupakan kebutuhan tingkat kedua dimana kebutuhan ini merupakan kebutuhan perlindungan fisik manusia. Contoh: Asuransi
3.      Kebutuhan social dimana kebutuhan ini mencerminkan kepada perlunya manusia berhubungan dengan orang lain dimana manusia membutuhkan rasa cinta dari orang lain, rasa memiliki dan dimiliki, serta dimiliki oleh orang orang sekelilingnya. Contoh: pernihakan, contoh iklan clear n clear yang mengaitkan persahabatan dengan produknya.
4.      Kebutuhan ego merupakan kebutuhan untuk berprestasi sehingga mencapai derajat yang lebih tinggi dari yang lainnya. Manusia memiliki ego yang kuat untuk bisa mncapai prestasi kerja dan karier yang lebih baik untuk dirinya dari orang lain. Contoh: mobil Nissa serena yang menunjukan konsumen yang ingin memenuhi kebutuhan egonya.
5.      Kebutuhan aktualisasi diri merupakan keinginan dari seseorang individu untuk menjadikan dirinya sebagai orangyang terbaik sesuai denganpotensi dan kemampuan yang dimilikinya. Kebutuhan aktualisasi diri menggambarkan keinginan seseorang untuk mengetahui, memehami, dan membentk suatu system nilai sehingga ia bisa mempengaruhi orang lain.
Ø  Teori Motivasi McClelland
Teori ini menyatakan bahwa ada tiga kebutuhan dasar yang memotivasiseseorang individu untuk berperilaku, yaitu:
1.      Kebutuhan sukses adalah keinginan manusia untuk mencapai prestasi, reputasi dan karier yang baik. Sama seperti kebutuhan ego dan aktualisasi diri pada teori maslow.
2.      Kebutuhan afiliasi adalah keinginan manusia untuk membina hubungan dengan sesamanya, mencari teman yang bisa menerimanya, ingin dimiliki oleh orang-orang sekelilingnya, dan ingin memiliki orang-orang yang bisa menerimanya. Sama seperti kebutuhan social pada teori maslow.
3.      Kebutuhan kekuasaan adalah keinginan seseorang untuk bisa mengontrol lingkungannya, termasuk memperngaruhi orang-orang sekitarnya.
Ø  Motivasi dan strateg pemasaran
1.      Segmentasi contohnya yaitu pada iklan susu anlene yang berusaha mengkomunikasikan susu ini terhadap dua hal yang pertama yaitu susu ini ditujukna bagi konsumen yang membutuhkan banyak kalsium dan yang kedua yaitu diposisikan sebagai susu yang memiliki kalsium tinggi.
2.      Posisioning merupaka citra produk atau jasa yang ingin dilihat oleh konsumen. Kunci dari posisioing ini adalah persepsi konsumen terhadap produk dan jasa.
Besad on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen : teori dan penerapannya dalam pemasaran (consumer behavior: theory and application in marketing)

RESUME PERILKON BAB 1

BAB 1 PENDAHULUAN PERILAKU KONSUMEN
summarized by DWI RIZKY GUSTINA C44080037
 (Majoring Marine Fisheris Tecnologi and Manajement, Agriculturan University,
Bogor Indonesia)

Ø Konsumen diartikan dalam dua jenis konsumen yaitu konsumen individu dan konsumen organiasasi,
Ø Konsumen individu merupakan konsumen yang membeli barang atau jasa untuk di pergunakan sendiri.
Ø Konsumen organisasi yaitu konsumen yang meliputi organisasi bisnis, lembaga social , kantor pemerintah , dan lembaga lainya.
Ø Perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan mengevaluasi.
Ø Pentingnya mempelajari perilaku konsumen dalam yang pertama hal pemasran yaitu para pemasar memahami konsumen, dan berusaha mempelajari bagaimana mereka berperilaku, bertindak dan berfikir. Para pemasar memahami perilaku konsumen juga mampu mempengaruhi perilaku tersebut sehingga sesuai dengan apa yang diinginkan pemasar. Mempengaruhi perilaku konsumen adalah mempengaruhi konsumen agar mereka mau memilih produk tertentu dan merek tertentu yang ditawarkan pemasar tersebut.
Ø Yang kedua yaitu kepentingan pendidikan dan perlindungan konsumen.
Ø Yang ketiga yaitu untuk perumusan kebijakan masyarakat dan undang-undang perlindungan konsumen
Ø Proses keputusan konsumen dalam membeli atau mengkonsumsi produk dan jasa dipengaruhi oleh tiga factor utama yaitu:
a.    Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen dan lembaga lainnya
b.   Faktor perbedaan individu konsumen
c.    Faktor lingkungan konsumen
Ø Proses keputusan konsumen akan terdiri atas tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternative, pembelian, dan kepuasan konsumen. Pemahaman terhadap factor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen akan memberikan pengetahuan kepada pemasar bagaimana menyusun strategi dan komunikasi pemasaran yang lebih baik.

Besad on Ujang Sumarwan. 2003. Perilaku Konsumen : teori dan penerapannya dalam pemasaran (consumer behavior: theory and application in marketing)

Selasa, 22 Maret 2011

RESUME PERILKON BAB 5

BAB 5

  •   Syarat Proses Belajar
           Syarat proses belajar yaitu dengan adanya empat unsure yangmendorong proses belajar tersebut. Empat unsur tersebut adalah motivasi, isyarat, respons, dan pendorong atau penguatan. Motivasi adalah daya dorong dari dalam diri onsumen, motivasi muncul karena adanya kebutuha. Konsumen yang ingin membeli rumah baru akan terdorong untuk mencari informasi apapun mengenai baerbagai hal yang berkaitan dengan rumah. Isyarat adalah stimulus yang mengarahkan motivasi tersebut, isyarat akan mempengaruhi cara konsumen bereaksi terhadap suatu motivasi. Respons adalah reaksi konsumen terhadap isyarat, contohnya yaitu ketika bagaimana reaksi konsumen setelah membaca suatu brosur atau setelah konsumen melihat ikalan di televise atau radio. Pendorong atau penguatan adalah sesuatu yang meningkatkan keecenderungan seorang konsumen untuk berprilaku pada masa dating karena adanya isyarat atau stimulus.
  •   Proses Belajar Perilaku
           Proses belajar berprilaku adalah proses belajar yang terjadi ketika konsumen bereaksi terhadap lingkungannya atau stimulus luar. Proses belajar perilaku terbagi menjadi:
1.      Proses belajar classical conditioning
      Classical conditioning adalah suatu teori belajar yang mengutarakan bahwa makhluk hidup, baik manusia maupun binatang adalah makhluk pasif yang bisa diajarkan perilaku tertentu melalui pengulangan
      Aplikasi Classical Conditioning Dalam Pemasaran terdapat tiga konsep yaitu pengulangan (repetition) yaitu proses penyampaian pesan kepada konsumen beulang kali, dengan frekuensi yang berkali-kali, generalisasi stimulus (stimulus genelization) yaitu kemampuan seorang konsumen untuk bereaksi sama terhadap stimulus yang relative berbeda, dan diskriminasi stimulus yaitu konsumen diharapkan bisa mengambil kesimpulan berbada terhadap beberapa stimulus yang mirip satu dengan yang lainnya. Diskriminasi stimulus biasanya dipakai untuk melakukan posisioning dan differentiation suatu produk. Posisioning suatu produk atau merek adalah citra atau image atau persepsi yang dimiliki konsumen terhadap produk tersebut.
2.      Pr Proses Belajar Instrumental ( Operant Conditioning )
      Operant conditioning adalah proses belajar yang terjadi pada diri konsumen akibat konsumen menerima imbalan yang positif atau negative karena mengkonsumsi suatu produk sebelumnya. Operant conditioning memiliki empat konsep yang pertama adalah penguat yaitu rangsanagn yang meningkatkan peluang seseorang untuk mengulangi perilaku yang perbah dilakukannya. Yang kedua adalah hukuman dan yang ketiga adalah kepunahan dan yang keemapt shaping.
3.      Observational Learning
      Observation learning merupakan proses belajar yang dilakukan konsumen ketika ia mengamati tindakan dan perilaku orang lain dan konsekkuensi dari periloaku tersebut.

RESUME PERILKON BAB 4

BAB 4
Ø  Engel, Blackwell dan Miniard (1995) mengutip pendapat  William Mc Guire yang menyatakan bahwa ada lima tahap pengolahan informasi yaitu sebagai berikut:

AMBANG ABSOLUT
      Ambang absolute merupakan jumlah minium intensitas atau energy stimulus yang diperlukan oleh seorang konsumen agar ia merasakan sensasi. Hali ini dkarenakan sensasi dipengaruhioleh ambang absolute. Contoh dari ambang absolute yaitu ketika seorang konsumen bisa melihat atau membaca merek pada billboard pada kejauhan 100-200 m dan jarak tersebutlah yang dimaksud sebagai ambang absolute.
      Sensory adaptation yaitu adaptasi terhadap stimulusyang diterima ketika kosumen tersebut terus menerus menerima stimulus yang sama dalam intensitas maupun jenisnya.
      Ambang berbeda yaitu merupakan factor kedua yang mempengaruhi sensasi batas perbedaan terkecil yang dapat dirasakan antara dua stimuls yang mirip.
PERHATIAN
      Perhatian merupakan proses pengolhan informasi tahap ke dua. Ada dua factor yang mempengaruhi perceptual selection atau erhatian konsumen terhadap stimulus yang akan diperhatikannya:
a.       Faktor pribadi yaitu karakteristik konsumen yang muncul dari dalam diri consume
b.      Faktor stimulus yaitu factor yang bisa dikontrol dan dimanipulasi oleh pemasar dan pengiklan dengantujuan untuk menarik perhatian konsumen.
Faktor stimulus bisa berupa :
a.       Ukuran
b.      Warna
c.       Intensitas
d.      Kontras
e.       Posisi
f.       Petunjuk
g.      Gerakan
h.      Kebaruan
i.        Isolasi
j.        Stimulus yang disengaja
k.      Pemberi pesan yang menarik
l.        Perubahan gamba yang cepat


PEMAHAMAN
      Pemahaman merupakan usaha konsumen untuk mengartikan atau menginterpretasikan stimulus. Ada tiga prinsip perceptual organizazion:
a.       Gambar dan latar belakang yaitu objek yang ditempatkan dalam suatu latar belakang dimana konsumen cenderung memisahkan mana objek yang harus diperhatikan dan mana latar belakangnya.
b.      Pengelompokan yaitu orang yang mengelompokan stimulus hingga membentuk satu arti. Tiga prinsip grouping yaitu kedekatan, kesamaan dan kesinambungan
c.       Closure yaitu konsumen berusaha memahami suatu objek dalam arti yang utuh walaupun ada bagiuan dari objek tersebut hilang.
PENERIMAAN
      Setelah konsumen melihat stimulus memperhatikan dan memehami stimulus tersebut maka sampailah kepada suatu kesimpulan mengenai stimulus atau objek tersebut. Didalam konteks pemasaran maka persepsi kosumen bisa berupa persepsi produk, persepsi merek, persepsi pelayanan, persepsi harga, persepsi kualitas produk, persepsi took/persepsi terhadap konsumen.
RETENS
      Proses pemindahan informasi jangka panjang. Informasi yang disimpan adalah interpretasi konsumen terhadap stimulus yang diterimanya. Memory terdiri atas tiga system penyimpanan, sensory memory, short ter memory (memory jangka pendek) dan long term memory (memory jangka panjang).

Minggu, 13 Maret 2011